"ALLAH" Dalam Pandangan Yahudi, Kristen, dan Islam

ALLAH




Allah dalam Bahasa Indonesia diambil dari kata "allah" (الله) dalam Bahasa 'Arab yang artinya "Tuhan" secara general, karena kata "Allah" termasuk ism ma'rifat (kata benda umum) dan maknanya luas.. kata dasarnya adalah "ilah" (إله) yang artinya "tuhan/dewa"...



I. ALLAH DALAM YUDAISME



Agama Yahudi memakai Bahasa Ibrani "elohiym" (אלהים), yang menurut Tanakh (kodifikasi atas Taurat Ibrani) artinya "mereka yang turun dari langit", bentuk jamak dari "eloha" (אלה) yang berarti "dia yang turun dari langit"... istilah ini merujuk pada "Tuhan" secara general, yang jika diterjemahkan dalam Bahasa 'Arab juga tertulis "allah" (الله)... istilah ini terdapat pada Kitab B'resyit:



בְּרֵאשִׁית, בָּרָא אֱלֹהִים, אֵת הַשָּׁמַיִם, וְאֵת הָאָרֶץ

b'resyit bara elohiym et hasysyamayim w'et ha'arets



"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi" (B'resyit 1:1)


dalam terjemahan Bahasa 'Arab, terdapat pada Sifr Takwin:



فِي الْبَدْءِ خَلَقَ اللهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ

fil bad'i khalaqallaahus samaawaati wal ardh



"Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi" (At-Takwin 1:1)


namun dalam Bahasa-bahasa Eropa ditulis "God" yang berarti "Tuhan", Yahudi dan Kristen juga menerjemahkan Elohiym menjadi God dalam Alkitab, sementara Islam tetap menulis Allah dalam Al-Qur'an...



monotheisme Yahudi mula-mula, terdapat 4 bangsa yang menyebut istilah "Elohiym" yaitu Bangsa Amori, Yebus, Kanaan, dan Phunis...



kemudian Avrah'am (Abraham) memperkenalkan ilah yang ekslusif itu adalah istilah Elohiym, sehingga terdapat pengaruh luas dari daratan Kanaan...



setelah itu Mosyeh (Musa), salah satu nabi paling utama (penegak tonggak kehidupan Yudaisme) memperkenalkan istilah "Yahweh/Yehuwa" (יהוה) yang sering disingkat "YHWH" (Inggris: Jehovah, Indonesia: TUHAN)...



hal ini merujuk pada dalil:



וַיְדַבֵּר אֱלֹהִים, אֶל-מֹשֶׁה; וַיֹּאמֶר אֵלָיו, אֲנִי יְהוָה

וָאֵרָא, אֶל-אַבְרָהָם אֶל-יִצְחָק וְאֶל-יַעֲקֹב--בְּאֵל שַׁדָּי; וּשְׁמִי יְהוָה, לֹא נוֹדַעְתִּי לָהֶם


way'daber elohiym el mosyeh wayyo'mer elayw 'ayniy yehwah, wa'era' el avrah'am el yitskhaq w'el ya'aqov b'el syaday uwsy'miy yehwah lo' nwoda'etiy layem



"Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN!" Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri" (Syemot 6: 2-3)


namun menurut orang-orang Perusyim (salah satu golongan Yahudi yang dikenal sebagai penafsir Taurat dan penyusun misynah, dalam Bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan "Farisi") dalam Kitab B'resyit dijelaskan bahwa istilah "Yehuwa" diperkenalkan Allah kepada Enos untuk menyebut "satu-satunya ALLAH yang benar", dalam arti mudahnya, Elohiym dipakai secara general, untuk allah-allah orang kafir (goyim/ non-Yahudi) sedangkan Yehuwa dipakai secara spesifik, yaitu "Elohe Yisyra'el" (Allah Israel)...



וּלְשֵׁת גַּם-הוּא יֻלַּד-בֵּן, וַיִּקְרָא אֶת-שְׁמוֹ אֱנוֹשׁ; אָז הוּחַל, לִקְרֹא בְּשֵׁם יְהוָה

uwlesyeth gam-huw yullad ben wayyiq'ra' et syeimwo 'eynwosy 'az huwkhal liq'ro' b'syem yehwah



"Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN" (B'resyit 4: 26)


meskipun demikian, kata "Yehuwa" baru muncul pada kitab yang sama di pasal 2 ayat 4:



אֵלֶּה תוֹלְדוֹת הַשָּׁמַיִם וְהָאָרֶץ, בְּהִבָּרְאָם: בְּיוֹם, עֲשׂוֹת יְהוָה אֱלֹהִים--אֶרֶץ וְשָׁמָיִם

'elleh thwole'dwoth hasysyamayim weha'arets behibarei'am b'ywom 'aswoth yehwah elohiym 'erets wesyamayim



"Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,"


Nabi Mosyeh menceritakan tentang Tuhan yang sudah diketahui namanya menciptakan alam semesta, kejadian penciptaan memang dimasa silam, namun keterangannya dibuat pada zaman Musa...





illustrasi Allah menciptakan Adam



meskipun Alkitab menerangkan Hawa dan 'Enwosy sebagai orang yang memanggil-Nya "Yehuwa" (TUHAN) namun dalam Yudaisme secara umum masih simpang siur sebab Musa adalah orang yang pertama kali memanggil-Nya "Yehuwa" untuk membedakan elohiym-elohiym bangsa lain... dalam hal ini, Yehuwa bisa juga diistilahkan sebagai "Nama Nasional Tuhan Israel"...



meskipun Yudaisme menganut monotheisme, namun masih ada di kalangan Yahudi sendiri yang memungkirinya, itu yang dikenal sebagai "Yahudi Babylonia (Yudeo-Bavli)", namun intinya ajaran Yahudi adalah "mengenal satu-satunya Allah yang benar"...



Kepercayaan Yudaisme secara ketat didasarkan pada unitarian monotheisme, doktrin ini mengekspresikan kepercayaan kepada satu Tuhan...



konsep Tuhan yang mengambil beberapa bentuk (misalnya Trinitas) dianggap bid'ah dalam Yudaisme dan dalam do'a secara utuh dalam hal mendefinisikan Tuhan adalah Syema Yisyra'el:



שְׁמַע, יִשְׂרָאֵל: יְהוָה אֱלֹהֵינוּ, יְהוָה אֶחָד

syema' yisyra'el yehwah eloheynu yehwah 'ekhad



"Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" (Devarim 6: 4)


Allah adalah disusun sebagai zat yang kekal, pencipta alam semesta, dan sumber moralitas...



Allah mempunyai kuasa untuk campur tangan di dunia sehingga Allah terkait dengan kenyataan sebenarnya, dan bukan hanya proyeksi dari jiwa manusia...



Allah dijelaskan dalam pengertian seperti: "Ada satu Dzat, sempurna dalam segala cara, yang merupakan penyebab utama dari semua keberadaan. Semua tergantung pada keberadaan Allah dan semua berasal dari Allah"
II. ALLAH DALAM KEKRISTENAN



sebagian besar, antara Yahudi dan Kristen memiliki pemahaman yang sama secara dialektika, ketika Yesus mengucap "Allah" dalam Bahasa Ibrani, maka juga diterjemahkan dalam Bahasa Yunani menjadi "Theos" (θεός)...



dalam banyak agama, Allah yang Mahatinggi diberi gelar dan Bapa... dalam berbagai bentuk polytheisme, tuhan yang tertinggi dipahami sebagai "bapa dari semua tuhan dan manusia"...



namun dalam agama Israel dan Yudaisme modern, YHWH disebut Bapa karena Ia adalah Pencipta, Pemberi hukum, dan Pelindung...



demikian pula di dalam Kekristenan, Allah disebut Bapa dengan alasan yang sama, tetapi terutama sekali karena misteri dari hubungan Bapa-Anak yang diungkapkan oleh Yesus Kristus...



pada umumnya, nama Bapa yang diberikan kepada Tuhan menunjukkan bahwa Ia adalah asal-usul dari segala sesuatu yang tunduk kepada-Nya. Dialah Kewibawaan yang tertinggi dan yang Mahakuasa, Patriarkh, dan Pelindung...



dalam dua dari tiga bentuk utama dari monotheisme, Yudaisme dan Kekristenan, Allah disebut Bapa sebagian karena Ia dianggap secara aktif mempunyai perhatian dalam urusan manusia, dalam cara yang sama seorang ayah menaruh minat terhadap anak-anaknya...




illustrasi manusia yang berdoa kepada Bapa



jadi, banyak pemeluk monotheis yang percaya bahwa mereka dapat berkomunikasi dengan-Nya melalui doa, baik untuk memuji-Nya ataupun mempengaruhi tindakan-Nya...



mereka mengharapkan bahwa sebagai Bapa, Ia akan menjawab kepada umat manusia, anak-anak-Nya, bertindak demi kepentingan mereka, bahkan menghukum orang-orang yang berperilaku buruk, seperti seorang ayah yang menghukum anak-anaknya, dan memulihkan mereka yang percaya akan kasih-Nya... Rasul Paulus pernah berkata:



Αν έπρεπε να υπομείνουν δεινά όπως πειθαρχίας? Ο Θεός είναι εσείς τη θεραπεία όπως ένα παιδί. Όταν υπάρχουν παιδιά που δεν έχουν ηττηθεί από τον πατέρα του; Αλλά αν δεν έχουν πλέον πειθαρχία, η οποία πρέπει να υποστεί από οποιοδήποτε πρόσωπο, τότε δεν είναι παιδιά, αλλά τα παιδιά εύκολα



"Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang" (Ibrani 12:8)


dalam Kekristenan, Allah disebut "Bapa" (Paternum - πατέρας) dalam pengertian yang tidak pernah dikenal sebelumnya, selain sebagai Pencipta dan Pemelihara ciptaan, dan Pelindung bagi anak-anak-Nya, umat-Nya...



Bapa dikatakan mempunyai hubungan yang kekal dengan Anak Tunggal-Nya, Yesus...



hal ini menyiratkan suatu hubungan yang eksklusif dan akrab yang menjadi hakikat-Nya yang khas:



"...tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya" (Matius 11:27)


dalam theologi Kristen, ini adalah ungkapan dari pengertian tentang Bapa yang menjadi hakekat sifat Allah, suatu hubungan yang kekal... bentuk dominan dari teologi ini menyatakan bahwa hubungan ini merupakan misteri Kristen yang disebut Tritunggal...



Όλοι οι άνθρωποι, με επικεφαλής το Πνεύμα του Θεού, είναι ο γιος του Θεού. Επειδή δεν λάβετε ένα πνεύμα της δουλείας που σας κάνει να φοβάται και πάλι, αλλά έχετε λάβει το Πνεύμα που σας κάνει ένα παιδί του Θεού. Από το Πνεύμα φωνάζουμε: "ναι Παρα, ναι Πατέρα!" Το Πνεύμα μαρτυρεί με το πνεύμα μας ότι είμαστε παιδιά του Θεού



"Semua orang, yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah" (Roma 8: 14 - 17)


dalam hal ini, terlihat perbedaan yang cukup mendasar antara Yudaisme dan Kristologi mengenai "Allah"...



III. ALLAH DALAM KEISLAMAN



Allah diambil dari kata "allah" (الله) dalam Bahasa 'Arab yang artinya "Tuhan" secara general, karena kata "Allah" termasuk ism ma'rifat (kata benda umum) dan maknanya luas.. kata dasarnya adalah "ilah" (إله) yang artinya "tuhan/dewa"...



beberapa teori mencoba menganalisa etimologi dari kata "Allah", salah satunya mengatakan bahwa kata "Allah" (الله) bukan bentuk ma'rifat (definitif) dari ilah, sementara bentuk ma'rifatnya adalah al-ilah, bukan Allah...



teori lain mengatakan kata ini berasal dari kata Bahasa Aram (moyang Bahasa 'Arab), yaitu Alaha (ܐܠܗܐ), sesuai dengan Allah yang artinya "Tuhan"...



dalam pandangan Islam, Allah adalah Dzat Pencipta, Pemelihara, dan Penguasa Yang Maha Esa, satu-satunya Tuhan yang patut disembah dan tiada sekutu bagi-Nya...



istilah "Allah" muncul pada ayat pertama Al-Qur'an, yang disebut "basmalah":





bismillaahir rahmaanir rahiim



"Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang" (Al-Fatihah: 1)


ayat ini digunakan untuk memulai sesuatu dalam hidup, dalam Al-Qur'an sendiri juga dipakai di seluruh ayatnya kecuali Surat At-Taubah..



dalam pemahaman 'aqidah, Allah dalam Keislaman adalah Allah yang sama dengan Allahnya Yahudi, yaitu Tuhan Avrah'am (Ibrahim), Yisyma'el (Isma'il), Yithzaq (Ishaq), dan Yeha'aqub (Ya'qub)... namun Al-Qur'an mendeskripsikan Allah sebagai Tuhan yang Universal, dibandingkan Yahweh yang bersifat Nasional..



salah satu perbedaan mendasar antara Islam dan Yahudi mengenai Allah adalah Yahudi mengenal adanya "Nama Tuhan Yang Benar" sedangkan Islam mengizinkan memanggil-Nya dengan nama-nama lain selain nama Allah, namun itu "Nama Tuhan Yang Baik" (Asmaa'ul Husna):





qulid'ullaaha awid'ur rahmaan, ayyammaa tad'u falahul asmaa'ul husnaa, wa laa tajhar bishalaatika wa laa tukhaafit bihaa wabtaghi bayna dzaalika sabiilaa



"Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al-asmaa'ul husnaa (nama-nama yang baik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu" (Al-Isra' 110)




kaligrafi Allah yang Merahmati hamba-hamba-Nya



konsep monotheisme dalam Islam begitu simpel namun memiliki penjiwaan yang kompleks (dipelajari dalam tasawuf), adapun tersirat dalam Al-Qur'an yang disebut sebagai Surah Qulhu:











qul huwallaahu ahad

allaahush shamad

lam yalid wa lam yuulad

wa lam yaqullahuu kufuwan ahad




"Katakanlah: "Dia-lah Allah Yang Maha Esa!" Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia" (Al-Ikhlash: 1-4


dalam hal ini, Islam menuntut penyembahan, tunduk, dan pasrah seutuhnya (kaffah) kepada Allah, yang hanya ada Satu, apapun alasannya tidak menjelma, tidak beranak, tidak diperanakkan, tidak menitis, dan ke-Esaan yang utuh.... sehingga Allah sangat membenci orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang menyekutukan-Nya,



dari sini kita melihat persamaan mendasar dengan Yahudi namun perbedaan dalam prinsip wujud dan sifat, sehingga perbedaan ini juga mencolok dalam persepsi Kekristenan... ternyata monotheisme 3 agama Samawi ini berbeda satu sama lain...


Sumber:kaskus.us





Reaksi:
Pesan dan Kesan