Tuhan menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa

Assalamualaikum Warrohmatullohi Wabarokatuh,


Perhatikan dengan seksama ayat Al Quran surat Al Hujuraat ayat 13 ini :
(mohon diperiksa kebenarannya supaya tidak menimbulkan fitnah dan jahiliyah)
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Al Hujuraat : ayat 13  

(Ulasan ini muncul dari orang yang dangkal ilmunya, namun ingin melanjutkan kewajiban dakwah. Mohon bagi anda yang lebih mempunyai ilmu dengan dasarnya dapat mengoreksi atau menambahkan isi tulisan ini)

Manusia tercipta di dunia ini menjadi berbeda-beda bukan karena suatu ketidaksengajaan. Alloh, Tuhan sekalian alam yang Maha Menciptakan dan Maha Berkehendak telah menciptakan kita (manusia) bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, walaupun dengan kekuasaaNya Alloh dengan mudah menciptakan semua manusia sama dan tidak mendurhakaiNya. Alloh Yang Maha Pandai telah menunjukkan kepada manusia bahwa kita diciptakan demikian untuk saling kenal-mengenal. Sangsikah anda dengan Firman Alloh yang termaktub dalam mu`jizat terbesar Rasululloh SAW yang telah terbukti kebenarannya dan menunjukkan kebenaran-kebenaran tersebut?

Alloh tidak menyebutkan (setidaknya dalam ayat ini) bahwa manusia diciptakan berbeda untuk saling mengolok keburukan (baca: perbedaan yang tidak umum) manusia lainnya. Kita juga tidak diperintahkan untuk saling menguasai makhluk ciptaan Yang Maha Kuasa ini. Manusia juga bukan makhluk yang diciptakan untuk saling teror dan menggaggu kedamaian. Manusia diciptakan berbeda-beda (plural, bhineka, differences, atau apapun bahasanya) untuk kenal-mengenal.

Lalu apakah kita diciptakan berbeda hanya untuk kenal-mengenal dalam arti harfiah saja? Alloh adalah Tuhan Yang Maha Sempurna yang menciptakan bukan untuk hal sepele dan main-main saja. Kita tentu harus memahami definisi kenal-mengenal di sini. Disebabkan kurangnya ilmu penulis dalam ilmu agama (tafsir, bahasa arab, hadist, dsb) maka di bawah ini semata-mata adalah tulisan yang bersumber dari pemikiran penulis yang banyak cela.


Kenal-mengenal bukan sekadar tahu dan oh iya begitu toh saja. Namun manusia (sesuai kodratnya) akan belajar mengenai perbedaan-perbedaan yang telah dikenal tersebut. Dari hal-hal yang dikenal itu manusia perlu mengumpulkan, memilah, memilih, dan selanjutnya mengintegrasikannya menjadi hal yang lebih baik. Sehingga berguna bagi kehidupan manusia dan sekitarnya.

Sebagai contoh, kita dapat mengambil perbedaan dalam sebuah organisasi. Organisasi akan berjalan dengan baik jika setiap anggota yang berbeda ini (ketua, wakil, sekretais, bendahara, HPD, anggota, dsb) telah bekerja sama dalam sebuah sistem yang benar. Organisasi tak akan berjalan jika semuanya berkarakter dan berambisi menjadi ketua saja. Organisasi juga tidak akan lengkap jika kehilangan salah satu anggotanya meskipun itu “hanya” bagian kebersihan.


Contoh lain yang gampang adalah, orang-orang pintar di perlemen dan pemerintahan negeri ini tetu mempunyai ‘segalanya’ untuk memenuhi kebutuhannya (anggapan orang seperti itu). Tetapi bayangkan jika di Indonesia tidak ada petani dan nelayan yang memberi sumbangsih penyediaan pangan negara, buruh pabrik yang menyediakan peralatan yang mereka gunakan tiap hari, PRT yang membantu mereka mengurusi hidup. Mereka takkan ada apa-apanya walaupun mereka banyak uang. Mana ada gunanya jika barangnya tidak ada?

Contoh-contoh di atas hanyalah beberapa pernyataan yang menjelaskan istilah kenal-mengenal yang sesungguhnya. Saya rasa anda paham dan mempunyai banyak pengetahuan tentang hal itu sehingga contoh-contoh tersebut dirasa cukup.

Dalam memahami ayat Tuhan janganlah hanya sebagian saja. Kita perlu ingat bahwa lanjutan ayat tersebut ada Pernyataan sekaligus Tujuan akhir dari penciptaan manusia sendiri. Sebagaimana anda ketahui sendiri bahwa orang yang kedudukannya paling mulia di sisi Alloh adalah orang yang paling bertakwa. Jadi jelas bahwa kita diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa (berbeda-beda) untuk saling kenal-mengenal, selanjutnya kita dapat mengambil hikmahnya untuk menjadi manusia yang bertakwa.


Terakhir silakan pilih mana jalan hidup yang paling baik (bukan pilihan sulit) :

plural, damai, takwa
plural, damai, durhaka
plural, kacau, takwa
plural, kacau, durhaka
sama, damai, takwa
sama, damai, durhaka
sama, kacau, takwa
sama, kacau durhaka

Sumber:http://re-saintazkiya.blogspot.com/2009/09/tuhan-menciptakan-manusia-bersuku-suku.html

Reaksi:
Pesan dan Kesan